SEKILAS INFO
: - Sunday, 28-06-2026
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Webs resmi SMAN 1 Cikarang Selatan
Mari Menjadi Guru YONO!

Oleh: Ade Maman Suryaman (Guru SMAN 1 Cikarang Selatan)

Para korban pinjaman online (pinjol) ilegal di Jawa Barat meningkat tajam, mayoritas mereka sebagai tenaga pengajar atau guru. Sebanyak 42% dari mereka terjebak pinjol karena faktor ekonomi dan gaya hidup konsumtif.

Kutipan berita daring Media Indonesia Online ini bak petir di siang bolong. Fenomena pinjol yang menjadi masalah di Indonesia ternyata sekarang juga dihadapi oleh guru. Gaya hidup konsumtif menggoda nurani manusia tanpa pandang bulu. Konsep You Only Live Once (YOLO) tak lagi menjadi milik siswa-siswi yang umumnya masih berusia remaja, tetapi juga menular kepada tenaga pendidiknya.

Berkenalan dengan YONO

Untuk melawan konsep YOLO, kini muncul istilah baru di media sosial yang disebut YONO. Bagi orang Indonesia, kata ini terdengar seperti nama seseorang. Padahal, akronim ini merujuk kepada You Only Need One yang berarti “Kamu Hanya Membutuhkan Satu”.

Melansir undira.ac.id, pengertian lengkap YONO ditekankan kepada efisiensi dan menabung untuk kebutuhan daripada keinginan melalui hidup minimalis dan pengendalian diri. Pola pikir ini mendorong individu untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan jangka panjang.

Singkatnya, konsep YONO mengajak masyarakat untuk lebih mengutamakan pentingnya kualitas di atas kuantitas dalam transaksi, fokus pada kebutuhan dasar, dan pilih barang yang berkualitas. Selain itu, jangan lupa untuk selalu berpikir tentang dampak jangka panjang setiap keputusan dalam hal keuangan.

YOLO vs YONO

Penjelasan di atas memberikan pemahaman bahwa YONO adalah sebuah gaya hidup yang menjadi antithesis dari You Only Live Once (YOLO) yang cenderung mengambil Keputusan tanpa memikirkan risiko, hingga kepuasan hidup. YOLO yang cenderung digandrungi oleh remaja, yang kini didominasi oleh Gen Z, juga menular kepada mereka yang disebut sebagai orang tua, baik orang tua di rumah atau di sekolah yakni guru.

Fenomena YOLO yang terus dibiarkan lama-kelamaan menjadi seperti gelinding bola salju yang turun dengan cepat dan kian membesar. Banyak kasus tercatat bagaimana guru yang mengikuti tren dan membentuk perilaku konsumtif yang impulsif. Akibatnya, perencanaan keuangan jadi kacau yang kemudian berujung dengan melakukan pinjaman ke bank, bahkan pinjol. Bagaimana jika tak dapat dihentikan fenomena ini? YOLO dapat mengakibatkan kerugian di masa muda dan penyesalan terus-menerus.

Apakah YONO bisa menjadi solusi?

YONO adalah sebuah gaya hidup yang menjadi solusi untuk menghindari diri dari gaya hidup YOLO. Bagi seorang guru yang terjerat YOLO, menjadi seorang “Guru YONO” merupakan cara untuk melepaskan diri dari perilaku konsumtif dan cenderung boros. Berikut kiat-kiatnya.

Memprioritaskan kebutuhan

Menjadi Guru YONO artinya dapat membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan adalah hal-hal yang bersifat menyenangkan, sedangkan Kebutuhan adalah hal-hal penting untuk bertahan hidup dan berfungsi dalam masyarakat, seperti: makanan, tempat tinggal, pakaian, dan perawatan kesehatan.

Sebagai contoh, sebentar lagi kita akan menghadapi Ramadan sehingga sudah pasti menyediakan makanan untuk berbuka hingga sahur. Untuk mencegah anggaran menjadi boncos, seorang Guru YONO perlu melihat skala prioritas serta kondisi keuangan dan kesehatan. Tidak perlu membeli makanan yang berlebih untuk berbuka maupun sahur. Selain itu, merayakan Idulfitri juga tidak harus membeli pakaian baru, melainkan memakai pakaian yang masih pantas sebagai alternatif.

Membuat rencana keuangan jangka panjang

Perencanaan keuangan adalah bentuk literasi keuangan yang dapat berdampak positif pada berbagai aspek kehidupan Guru YONO. Hal ini juga dapat mencegah gaya hidup konsumtif. Patuhi anggaran yang sudah dibuat, dan tidak membeli barang-barang konsumtif berlebihan, apalagi dengan utang. Biasakan berlaltih menunggu mampu dengan menabung untuk mencapai tujuan finansial.

Rutin melakukan evaluasi keuangan

Untuk memastikan perencanaan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, melakukan evaluasi keuangan penting dilakukan oleh Guru YONO. Kegiatan ini juga dapat memberikan alarm kepada Guru YONO jika terdapat hambatan sehingga solusi terbaik pun bisa dicari sesegera mungkin.

Guru YONO adalah guru yang dapat mengendalikan diri dalam pengeluaran dan mempertimbangkan skala prioritas. Menerapkan konsep ini dalam kehidupan sehari-hari dapat menghindarkan para tenaga pendidik dari gaya hidup boros atau konsumtif impulsif, terlalu mengikuti tren, hingga takut ketinggalan zaman. Dengan demikian, mimpi agar guru terlepas dari jerat utang bank bahkan pinjol tak lagi menjadi sekadar angan-angan. Mari menjadi Guru YONO!

Sumber:

https://undira.ac.id/eread/384/new-year-with-yolo-and-yono-strategies-to-become-a-better-person;

https://tirto.id/arti-tren-yono-yang-viral-di-kalangan-gen-z-pengganti-yolo-g7n5;

https://mediaindonesia.com/nusantara/611158/ratusan-tenaga-pendidik-jabar-terjebak-pinjol-gaya-hidup-konsumtif-jadi-penyebab;

QMFinansial. 2025. Modul Literasi Keuangan Tingkat SMA. Tanpa Tempat: Tersedia online.

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMA NEGERI 1 CIKARANG SELATAN

NPSN : 20218378

Jl. Raya Serang Cibarusah Km.1
KEC. Cikarang Selatan
KAB. Bekasi
PROV. Jawa Barat
KODE POS 17550
TELEPON +6285810738790
FAX -
EMAIL [email protected]

Didukung Oleh

Logo Prov Jawa Barat

Cabang Dinas Pendidikan Wil. III
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat